Rabu, 20 Juni 2012

Pembahasan Lengkap Shalat


Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib
Tanya:
Assalaamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru belajar mendalami agama Allah yg sebenarnya, yg mengikut al-Qur’an dan hadist dan sunnah para sahabat dan imam. Ada yg ingin saya tanyakan? Masalah shalat sunnah dalam menjalankan shalat lima waktu. Ada yg boleh dikerjakan dan tidak. Maksudnya shalat sunnah yang boleh dikerjakan waktu mengerjakan shalat wajib lima waktu: Yg mana boleh di kerjakan dan mana yang tidak?
Tolong diberi penjelasannya …
Fauzan <fauzan@gmail.com>
Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Mungkin yang anda maksud adalah shalat sunnah rawatib (yang berada sebelum dan setelah shalat wajib). Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”

3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)
Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
Lalu apa hukum shalat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.
Incoming search terms:
  • shalat sunnah rawatib
  • shalat rawatib
  • sholat rawatib
  • sholat sunnah rawatib
  • shalat sunnah
Share and Enjoy:
Related posts:
  1. Shalat di Kendaraan
  2. Seputar Shalat Dua Rakaat Sebelum Subuh
  3. Shalat di ruangan tunggu
  4. Di Antara Sunnah Wudhu
  5. Keutamaan Puasa Sunnah
This entry was posted on Thursday, February 11th, 2010 at 12:11 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
90 responses about “Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib”
  1. Dahfa said:
    February 12th, 2010 at 12:46 am
bismillah,
jazaakumullohu khoyron ustadz atas penjelasannya.
Tentang sholat sunnah rowatib yang 4 raka’at bagaimana pelaksanaannya?
apakah dua kali salam, ato satu salam dgn dua tasyahhud, ato satu salam satu tasyahhud?
kalo boleh disertakan juga dalilnya.
jazaakallohu khoyron.
Jawabannya bisa dilihat pada jawaban komentar no. 5 di bawah.
  1. Abu Auza'i said:
    February 12th, 2010 at 1:07 am
Bismillah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
‘Afwan Ya Ustadz….
Semua sholat sunnah rawatib (zhuhur, maghrib, ‘isya, dan shubuh) disebut secara bersama2 dalam setiap riwayat. Sedangkan untuk sholat sunnah sebelum ‘ashr disebutkan secara khusus pada hadits yang menerangkannya.
Apa faedah pemisahan penyebutan sholat2 sunnah ini (antara ‘ashr dan yang selain ‘ashr) Ya Ustadz? Sebab seingat yang ana dengar dari Al Ustadz Dzulqornain dan Al Ustadz ‘Abdul Barr, sholat sunnah sebelum ‘ashr memang warid namun bukan termasuk dari sholat2 rawatib.
Betulkan ana kalau salah, dan mohon penjelasannya apakah ada khilaf pada sholat sunah ‘ashr Ya Ustadz.
Baarakallahu fiik wa jazaakallahu khairan katsiira.
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai shalat 4 rakaat sebelum ashar, apakah dia termasuk rawatib ataukah bukan?
Apa yang kami sebutkan di atas adalah salah satu dari dua sisi pendapat dalam mazhab Al-Hanabilah, pendapat yang dipilih oleh Abu Al-Khaththab Al-Kaludzani, dan yang dikuatkan oleh Asy-Syirazi dan An-Nawawi dalam Al-Majmu’ (4/8). Ini disebutkan oleh penulis Bughyah Al-Mutathawwi’, Asy-Syaikh Muhammad Bazmul -hafizhahullah- dan beliau juga menguatkan apa yang kami sebutkan di atas bahwa 4 rakaat sebelum ashar termasuk dari shalat rawatib.
Ala kulli hal permasalahannya mudah, dan jelas yang lebih utama -dan inilah intinya- adalah mengerjakan keempat rakaat sebelum ashar ini, wallahu a’lam.
  1. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib « Referensi Ringkas & Cepat Untuk Co-ass,Bidan,Perawat said:
    February 12th, 2010 at 10:15 am
[...] Abu Muawiyah Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah RawatibAntara Haid dan LelakiMencari & Memilih JodohHaid & IstihadhahMengusap Sepatu (khuf), Sandal [...]
  1. fahrul said:
    February 13th, 2010 at 10:11 am
Bolehkah mengerjakan semua shalat rawtib di masjid atau mushaka
Kalau masalah boleh, ya boleh saja. Hanya saja sudah dijelaskan di atas bahwa ada beberapa shalat rawatib yang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kerjakan di rumah. Karenanya yang menjadi sunnah adalah mengerjakan di rumah shalat rawatib yang Nabi biasa mengerjakannya di rumah, selain dari itu maka dikerjakan di masjid. Wallahu a’lam
  1. Fahrul said:
    February 14th, 2010 at 9:20 am
Assalamu ‘alaikum
Ustadz apakah shalat rawatib 4 rakaat menggunakan tasyahud awal atau tidak?Mohon penjelasan Ustadz .Jazakallah
Waalaikumussalam warahmatullah
Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah shalat rawatib yang 4 rakaat (yaitu sebelum zuhur, setelah zuhur, dan sebelum ashar):
1. Dikerjakan 2-2 rakaat, yakni salam setiap dua rakaat. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi’i dan Ahmad.
Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar secara marfu:
صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam dan siang itu dua-dua rakaat.” (HR. An-Nasai: 3/227 dan Ibnu Majah no. 1322)
2. Sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat, yakni dua kali tasyahud tapi satu kali salam. Ini adalah pendapat mayoritas ulama.
Mereka menyatakan bahwa hadits2 yang menerangkan shalat rawatib 4 rakaat merupakan pengkhusus dari hadits Ibnu Umar di atas. Mereka juga berdalilkan dengan sebuah riwayat An-Nasai tentang shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar, “Dan beliau salam pada rakaat yang terakhir (keempat).” Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 237
Dan yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul dalam Bughyah Al-Mutathawwi’ adalah pendapat mayoritas ulama, yang menyatakan bahwa shalat sunnah 4 rakaat dikerjakan dengan dua kali tasyahud dan sekali salam, seperti shalat wajib yang 4 rakaat. Wallahu a’lam.
  1. abu sa'id said:
    February 15th, 2010 at 6:44 am
Ustadz yang kami hormati, pertanyaan kami adalah bahwasanya diterangkan shalat sunnah qabliyah ‘ashar berjumlah 4 raka’at, bolehkah untuk mengerjakannya 2 raka’at saja mengingat di masjid kantor tempat kami biasa berjama’ah jarak antara adzan dan iqamah tidak mencukupi untuk kami melaksanakan shalat sebanyak 4 raka’at. Jazakumullah khairan
Boleh saja, akan tetapi shalatnya bukan terhitung rawatib ashar, akan tetapi terhitung shalat sunnah biasa yang dikerjakan antara azan dan iqamah. Wallahu a’lam
  1. Abu zia al-Haq said:
    March 2nd, 2010 at 12:07 am
Minta izin materi, ana jadikan salah satu rujuan. sukron.
Tafadhdhal, afwan.
  1. ibnu saryuti said:
    March 6th, 2010 at 11:04 am
bissmlah.
assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.ustadz bagaimana sikap kita.terhadap teman satu kerja yang tidak melaksanakan shalat…padahal udah diajak.diperlihatkan.dll.umur mereka diatas saya.malah yang satu sudah punya anak 2.apakah tetap memberi salam.berbuat baik…batasan apa untuk mereka.syukron.
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ia tetap memberi salam dan berbuat baik kepada mereka, karena mayoritas mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang jahil tentang agama. Antum bisa menghadiahi mereka buku-buku kecil tentang keutamaan shalat dan ancaman bagi yang meninggalkannya. Hadahumullahu.
  1. dahliah arif said:
    April 10th, 2010 at 12:17 pm
assalamu alaikum,
apakah dalam shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca surah pendek setelah surah al-fatihah ?
Waalaikumussalam warahmatullah.
Ia, tetap disunnahkan berdasarkan keumuman dalil dalam masalah ini.
  1. dahliah arif said:
    April 10th, 2010 at 12:24 pm
assalamu alaikum Wr.Wb
apakah mengerjakan shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca doa iftitah, dan hanya dikerjakan di masjid (tidak dibolehkan dirumah) ?
terima kasih, syukran sebelumnya
wa’alaikumussalam warahmatullah
Ia, tetap disunnahkan membaca doa istiftah (bukan iftitah) dalam shalat sunnah,
dan ada beberapa shalat rawatib yang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kerjakan di rumah. Karenanya yang menjadi sunnah adalah mengerjakan di rumah karena karena Nabi biasa mengerjakannya di rumah, selain dari itu maka dikerjakan di masjid. Wallahu a’lam
  1. Rico Marbun said:
    April 12th, 2010 at 7:13 am
Assalamualaikum wr.wb
Langsung saja saya mau tanya kenapa hadits yang menerangkan tentang sholat sunnah rawatib dan atau yang menerangkan tentang yang lainnya jumlah hadits atau riwayatnya selalu lebih dari satu…? Kenapa tidak satu hadits saja…? Sehingga orang awan seperti saya tidak bingung…
Terima Kasih atas jawabannya. Wassalamualaikum wr.wb.
Waalaikumussalam warahmatullah.
Wallahu a’lam apa alasan Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, yang jelas semuanya adalah syariat dan terdapat dalam hadits-hadits yang shahih. Karenanya hendaknya kita mengamalkannya walaupun kita tidak mengetahui masalah tersebut.
  1. sofian said:
    April 26th, 2010 at 5:56 am
jazaakumulloh yaa ustadz atas penjelasannya..
apakah boleh sholat rawatib 4 rakaat itu dikerjakan sebelum adzan karena jika dikerjakan antara adzan dan iqomah maka tidak mencukupi waktunya (hanya bisa 2 rakaat) untuk di masjid daerah saya.
syukron, wassalamualaikum wr.wb.
Wallahu a’lam, yang nampak tidak boleh karena shalat rawatib itu adalah shalat yang dikerjakan antara azan dan iqamah. Kalau memang hanya bisa 2 rakaat maka 2 rakaat saja, toh dia juga termasuk rawatib. Barakallahu fiikum
  1. MazArief said:
    April 28th, 2010 at 4:21 am
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz…
Ana mo tanya, apakah Rasulullah pernah menegur sahabatnya agar shalat ba’da magrib di rumah?. Itu pertanyaan teman saya, dan saya lagi berusaha mencari dalil tersebut. Sampai saat ini belum berhasil.
Semoga Ustadz dapat membantu
Jazakallahu khairan
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Wallahu a’lam ana belum pernah mendengar. Hanya saja memang shalat ba’diah maghrib lebih utama dikerjakan di rumah berdasarkan amalan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- di atas.
  1. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib « The Life Cycle said:
    June 12th, 2010 at 5:30 am
  1. pengunjung said:
    June 24th, 2010 at 12:37 pm
Bismillah
‘Afwan ya Ustadz, hafizhakumullah, jadi boleh melaksanakan shalat sunnah 4 rakaat sebelum Ashar dan 2 rakaat sebelum Isya?
Jazakumullahu khairan wabarakallahu fiikum.
Ia, boleh, bahkan shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar termasuk shalat sunnah yang ditekankan pelaksanaannya.
  1. ummu sayna said:
    July 17th, 2010 at 5:33 am
assalamu alaikum ustad,
bolehkah mengerjakan sholat qobliyah maghrib dan qobliyah isya’ secara terus menerus? karena saya prnh membaca kalo hal itu tdk diperbolehkan. jazakumullah khairan kastiron
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tentu saja boleh berdasarkan dalil-dalil yang kami sebutkan di atas. Pendapat yang anti sebutkan itu adalah pendapat yang salah dan tidak berlandaskan pada dalil yang benar.
  1. iqbal said:
    July 17th, 2010 at 10:01 pm
Assalamualaikum wr.wb
ustadz, klo shalat sunnah qobliyah sebelum adzan brkumandang boleh tdk?
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tidak boleh, karena shalat qabliah adalah shalat yang dikerjakan sebelum shalat wajib, sementara waktu shalat wajib masuk setelah dikumandangkannya azan. Karenanya shalat sunnah qabliah setiap shalat wajib dikerjakan setelah azan dan sebelum iqamah.
  1. Agung said:
    July 20th, 2010 at 9:37 pm
Assalamualaikum..
Ustadz mau nanya, pertama apakaha sholat rowatib bisa dikerjakan jika kita melakukan sholat secara sendirian? kedua jika kita sholatnya tidak tepat waktu misal sholat dzuhur jam 1 apa masih bisa melaksanakan sholat rowatib (qobliyah, ba’diyah).
Termikasih
Waalaikumussalam warahmatullah.
Ia, shalat sunnah rawatib tetap disunnahkan walaupun sedang shalat sendirian dan walaupun dia shalat bukan di awal waktu, berdasarkan keumuman dalil-dalil dalam permasalahan.
  1. anwar_sanusi said:
    August 4th, 2010 at 9:47 am
Assalamualaikum pak Ustad, sebenarnya yang sangat shoheh sholat sunah rawatib sebelum dhuhur 4 rakaat atau 2 rakaat, sebab jika 2 rakaat nantinya bukan sunnah rawatib tapi sunnah 2 rakaat diantara 2 adzan, hingga nanti tidak memperoleh faedah seperti hadist tersebut no. 1 diatas. Trims Wassalamu’alaikum
Waalaikumussalam warahmatullah
Sama saja, shalat yang 4 rakaat juga dikerjakan antara azan dengan iqamah. Dia bisa pilih salah satunya tergantung situasi dan kondisinya saat itu.
  1. Norman said:
    August 14th, 2010 at 9:15 am
Assalaamu’alaikum…
Saya mau nanya Ustadz, bila saya sholat sunnah rowatib di rumah setelah adzan tapi yang jadi patokan adzan masjid lain yg juga kedengaran adzannya dari rumah gimana? sementara saya sholatnya di masjid yang belum adzan.
Terimakasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum…
Waalaikumussalam warahmatullah.
Kalau memang muazzin di masjid itu azan tepat waktu maka tidak ada masalah insya Allah.
  1. dimas maulana said:
    August 14th, 2010 at 8:02 pm
Subhanallah, banyak sekali cela ibadah saya selama ini ternyata.. thanks ustadz! he3
  1. immank said:
    August 18th, 2010 at 7:42 am
assalamualaikum wr wb
ustas mau nanya,, apa ada dalil atau hadis mengenai shalat sunat sebelum shalat magrib ?
makasi
Waalaikumussalam warahmatullah.
Jawabannya ada dalam artikel di atas. Maaf, apa anda belum membaca artikel di atas?
  1. ummu 'aisyah said:
    August 19th, 2010 at 7:42 am
ustadz, apakah ada syari’at yg menjelaskan posisi kita saat sholat rawatib sebaiknya berbeda dg posisi kita sholat rawatib?
misalnya saat sholat wajib kita berada di shaf pertama, lalu saat hendak melakukan sholat rawatib ba’diyah kita pindah ke shaf belakang.
hal ini umum dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. namun saya masih belum mengetahui dalil yg menjelaskan hal ini. mohon penjelasan dari ustadz.
jazakumullahu khairan.
Jika setelah shalat wajib dia berzikir atau berbicara kepada orang di sampingnya, maka kami tiak mengetahui ada dalil yang mengharuskan dia berpindah dari tempatnya untuk melakukan shalat sunnah. Karena hadits-hadits yang ada dalam masalah ini adalah hadits yang melarang menyambung amalan wajib dengan yang sunnah tanpa ada pemisah di antaranya. Sementara di sini keduanya sudah terpisahkan oleh zikir atau berbicara. Wallahu A’lam
  1. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib | JURNAL SALAFIYUN said:
    September 15th, 2010 at 1:19 am
  1. Edward said:
    September 18th, 2010 at 11:50 am
itu benar pak ashar ada sunnahnya…diperjelas
Apanya yang kurang jelas, kan ada haditsnya di atas akan sunnahnya 4 rakaat sebelum ashar. Adapun shalat sunnah setelah ashar maka tidak ada.
  1. Edward said:
    September 18th, 2010 at 11:51 am
gw baca yang lainnya ashar gak ada..tolong dijelaskan biar saya yang masih awam bisa lebih yakin yang mana harus diikiuti…! makasih
Maaf kami sudah sebutkan dalilnya di atas, apanya yang tidak jelas. Adanya shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar, yang tidak ada itu shalat sunnah setelah ashar.
  1. dedy said:
    November 22nd, 2010 at 3:05 am
Assalamu’alaikum…
saya mo nanya…sholat sunnah rawatib ada yang di kerjakan di mesjid n di rumah….gimana kalo sholat rawatib (Qobiyah n Ba’diyah) dikerjakan semuanya di rumah karena sholat wajibnya di kerjakan dirumah sendirian bukan berjamaah…
terima kasih….
Waalaikumussalam
Nggak ada masalah, shalat sunnah bebas mau dikerjakan dimana saja.
  1. Kun said:
    December 6th, 2010 at 7:24 am
ass ww.
saya pernah mendengar bahwa, ada 3 waktu dimana kita tidak boleh Shalat : saat matahari terbit, ketika matahari diatas kepala (tegak lurus) dan saat matahari terbenam.
lalu bagaimana dengan yang shalat sebelum dhuhur? apakah tidak sangat mendekati waktu matahari diatas kepala? Kalau tidak salah, tidak ada shalat antara subuh dan dhuhur selain shalat dhuha….. maaf kalau saya salah.
Wass ww.
Shalat sunnah sebelum zuhur dikerjakan setelah azan zuhur dikumandangkan, sementara azan zuhur dikumandangkan setelah matahari tergelincir ke sebelah barat. Jadi shalat sunnah sebelum zuhur ini tidak dikerjakan dalam waktu telarang.
  1. Sugi Haryanto said:
    December 8th, 2010 at 9:30 am
Assalamu’alaikum ustadz
mau bertanya Ustadz, apa hukumnya kalo melaksanakan sholat sunnah setelah sholat Ashar
Waalaikumussalam.
Tidak boleh mengerjakan shalat sunnah setelah ashar, karena selain tidak ada dalilnya, setelah ashar juga termasuk waktu yang terlarang untuk shalat sunnah mutlak.
  1. Abu Yassin said:
    December 11th, 2010 at 1:37 am
Bismillah..
Assalamu’alaikum..
Ustadz, Saya mau tanya perihal posisi/tempat shalat rawatib yang dilakukan di mesjid setelah shalat wajib, misal shalat rawatib 2 rakaat setelah zuhur, apakah posisi/tempatnya harus berpindah dari posisi/tempat awal pada waktu shalat zuhur tersebut. saya sering melihat orang lain melakukan seperti itu, dan kadang juga saya suka melakukannya, tetapi saya tidak tahu asal-muasalnya..
terus bagaimana dengan shalat rawatib yang dilakukan di rumah kalau misalkan memang harus berpindah posisi/tempat?
jazaakallaho khair..
Waalaikumussalam warahmatullah
Dalil dari amalan berpindah tempat untuk shalat sunnah adalah adanya beberapa hadits yang melarang untuk menyambung shalat sunnah dengan shalat wajib tanpa dipisahkan oleh perpindahan tempat atau dipisahkan oleh ucapan. Karenanya jika setelah shalat wajib seseorang itu berzikir maka dia sudah dianggap memisahkan shalat wajib dengan shalat sunnah dengan suatu ucapan, dan karenanya dia tidak harus berpindah dari tempatnya.
  1. Rharha said:
    December 13th, 2010 at 5:09 am
Assalammu’alaikum wr.wb
saya mw tanya uzstad
di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
trimakasih
wassallammu’alaikum wrwb
Waalaikumussalam
Tidak ada shalat sunnah setelah ashar, baik 2 maupun 4 rakaat. Hal itu karena setelah ashar merupakan waktu yang terlarang untuk shalat. Yang ada hanyalah shalat sunnah sebelum ashar.
  1. zunaidi said:
    December 23rd, 2010 at 9:48 am
assalamualaikum, saya bertanya tentang seseorng yang sangat rajin salat sunnah sebelum salat berjama’ah subuh. pada suatu malam dia tertidur sangat lelap sehingga imam sudah mulai solat berjama’ah. Jadi, kapan dia harus melaksanakan salat sunah? dan apa dasar hukumnya?
Waalaikumussalam
Dia bisa mengqadha` shalat sunnah sebelum subuh itu setelah shalat subuh atau setelah matahari terbit agak tinggi. Dalilnya telah kami sebutkan dalam kategori jawaban pertanyaan, mengenai shalat sunnah sebelum subuh
  1. mahdy said:
    January 6th, 2011 at 9:52 am
assalamualaikum. mohon utuk izin copy paste. terimakasih.
  1. MUKLIS GUNAWAN said:
    January 12th, 2011 at 4:55 am
Bismillahirrahmanirrahiim,
pak ustadz, saya mau menanyakan jumlah rakaat shalat sunat “shalat jum’at” dan tata cara pelaksanaannya?
Terima kasih
Yang benar di kalangan ulama adalah tidak ada shalat sunnah sebelum jumat. Yang ada hanyalah shalat tahiyatul masjid sebelum duduk di dalam masjid.
  1. yudistira said:
    January 31st, 2011 at 9:04 am
asalamualaikum.
Ustad..
1. adakah batas jarak antara dilakukannya shoat wajib dengan sholat rowatibnya?
2. apakah boleh menyela pelaksanaan sholat rowatib dengan sholat lain? misal sholat jenazah, sholat tahyatul masjid (sholat qobla subuh kan di rumah, ketika sampai masjid, masih belum qomat).
syukron…
Waalaikumussalam
1. Wallahu a’lam tidak ada pembatasan selama masih dalam waktu shalat wajib tersebut.
2. Ia insya Allah boleh dengan contoh tersebut.
  1. abdul fatah said:
    March 4th, 2011 at 12:31 am
apakah sahabat zaman nabi semua shalat sunat rawatib dirumah? atau dimasjid, krna kalu jamaah shat sunat dirumah, berarti setelah adzan masjid mash kosong, atau ini hanya khusus rasul sbagai imam shalat rawatin dirumah
Tidak, Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya terkadang shalat sunnah di rumah dan terkadang juga di masjid.
  1. tuti said:
    March 12th, 2011 at 2:14 am
Assalamu’alaikum wr wb
Ustad…
Ketika sya sholat magrib dan isya’ berjamaah di masjid melihat orang2 melakukan sholat sunnah 2 rakaat dan 3 rakaat.Pdhl yg sya tau dari membaca bbrp buku sholat sunnah stlh sholat maghrib dan isya’ itu hanya sholat sunnah ba’da maghrib dan isya’ yg masing2 dilakukan 2 rakaat. Yang ingin sya tanyakan sholat sunnah 3 rakaat yg dilakukan stlh sholat ba’da magrib dan isya’ itu sholat sunnah apa ya pak ustad…InsyaAllah sya jg mau melakukan sholat tsb…trima kasih
Wassalamu’alaikum wr wb
Waalaikumussalam
Betul, setelah shalat sunnah setelah maghrib itu hanya dua rakaat berdasarkan dalil-dalil yang ada. Karenanya jangan mencotoh yang 3 rakaat itu karena itu tidak ada tuntunannya.
Demikian pula setelah isya, shalat sunnahnya hanya dua rakaat. Tapi jika ada orang yang mengerjakan 3 rakaat maka ada kemungkinan dia mengerjakan shalat witir. Wallahu A’lam
  1. herlambang said:
    March 12th, 2011 at 10:12 pm
ustad saya mau bertanya, saya mau tanya : apa dosa setelah sholat subuh saya melakukan sholat sunnah. biasanya saya sholat subuh di rumah, tapi setelah sholat subuh di masjid saya sering melakukan sholat sunnah, dan baru say hari ini Minggu (13/3) say di beritahu kalau sholat sunnah sesudah sholat subuh tidak boleh dan tidak kuat kecuali sholat dhuha. makasih atas jawaban dan penjelasan ustad.
Kalau setelah tahu bahwa setelah shalat subuh itu tidak boleh shalat sampai matahari meninggi, tapi tetap saja shalat maka dia telah melakukan dosa.
  1. Rusdy said:
    April 5th, 2011 at 9:00 am
Assalamu Alaikum Wr.Wb…
Apakah salat sunnah sebelum subuh tidak sama dengan salat sunnah fajar ?
Mohon penjelasannya Pak Ustad..
Terimakasih
Wassalam
Rusdy
Waalaikumussalam
Shalat sunnah qabliyah subuh sama dengan shalat sunnah fajar.
  1. Umine Na said:
    April 10th, 2011 at 4:52 am
Assalamu’alaykum..
ustadz bila ada org yg sudah biasa sholat qobla shubuh namun pada suatu ketika ia tidak sempat lalu ia menqodhonya ba’da shubuh apakah ini diperbolehkan?
Lalu jika kita masuk masjid pada waktu yg terlarang shalat(misal ba’da shubuh) apakah boleh kita lakukan shalat tahiyatul masjid
jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.
Waalaikumussalam.
Ia boleh diqadha` setelah shalat subuh.
Boleh tahiyatul masjid kapan saja walaupun pada waktu yang terlarang. Silakan disearch pembahasannya dalam situs ini.
  1. Life Experience » Blog Archive » shalat sunnah rawatib said:
    May 13th, 2011 at 3:38 pm
  1. ibnu hari said:
    May 14th, 2011 at 1:00 pm
Assalamu’alaykum..
bolehkah mengerjakan sholat rawatib qobliyah stlh mendengar iqomah jika qt(akhwat)sholat dirumah. . . ? ? ?
jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.
Waalaikumussalam. Boleh karena dia tidak shalat di masjid.
  1. huddin said:
    May 19th, 2011 at 3:38 pm
Rharha said:
December 13th, 2010 at 5:09 am
Assalammu’alaikum wr.wb
saya mw tanya uzstad
di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
trimakasih
wassallammu’alaikum wrwb
Waalaikumussalam
Tidak ada shalat sunnah setelah ashar, baik 2 maupun 4 rakaat. Hal itu karena setelah ashar merupakan waktu yang terlarang untuk shalat. Yang ada hanyalah shalat sunnah sebelum ashar.
“Assalamu’alaikum warahmah
pak ustadz..sepertinya pertanyaan sama jawaban engga singkron…seperti pada pertanyaan no. 16 juga … terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmah
Waalaikumussalam warahmatullah.
Ia maaf saya salah baca. Shalat sunnah qabliah dan ba’diah zuhur 4 rakaat disunnahkan.
  1. Socha said:
    May 22nd, 2011 at 7:48 am
Assalamualaikum
ustadz saya mau tanya,..kalau kita hendak sholat ba’diah, namun tidak sengaja ada sesuatu hal yang memuat kita batal(misalnya buang angin/tiba2 sakit perut) apakah sholatnya bisa dilanjutkan lagi? setelah kita bersuci mengambil wudhu lagi?
terima kasih
(klw bisa jawabanya di kirim k email saya)
Waalaikumussalam. Ia boleh.
  1. ummu said:
    May 24th, 2011 at 1:29 am
Bismillah
assalamu’alaikum
kalau qt lg sholat qobliyah dan udh 1 rakaat trus iqomat. Apkh qt mlnjtkan sholat atau mghntikan untk jama’ahan? jazakalloh ust
Waalaikumussalam.
Shalat sunnahnya wajib dihentikan, karena tidak ada shalat setelah iqamah kecuali shalat wajib
  1. agung said:
    May 24th, 2011 at 3:53 pm
q mau tanyak kan dianjurakan dirumah bagaiman klo dilakukan dimasjid apakah pahala sholatnya sama
Tentunya tidak sama, karena shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah.
  1. romadi said:
    June 9th, 2011 at 10:29 am
Assalami’alaikum…
Mohon izin untuk copy paste, tadz…
Jazakalloh…
  1. narendra said:
    June 9th, 2011 at 9:50 pm
Askum Ustad, saya sering mengalami shalat subuh kesiangan. nah pertanyaan saya baik manakah mengerjakan shalat rowatib dulu baru subuh mengingat ada pendapat jika kesiangan maka menyegerakan shalat subuh tanpa menunda dan apakah rowatib bisa di kategorikan menunda? Ws
Ia, dia langsung shalat subuh. Karena kalau dia ketiduran, maka waktu shalat subuhnya adalah ketika dia terbangun. Wallahu a’lam
  1. wan ahmad said:
    June 18th, 2011 at 1:01 am
ijin copy paste ustadz…jzklloh.
  1. Pramudya said:
    July 5th, 2011 at 10:53 am
assalamu’alaikum ustad, ana ingin bertanya jika saya tertinggal sholat qabliyah dzuhur dimasjid apakah bisa dikerjakan dan digabung dgn sholat ba’da dzuhur? Dan misalakan jika saya terbangun pada pukul 06.30 apakah bleh saya melaksanakan sholat subuh ustad. Syukron tad.
Waalaikumussalam.
1. Tidak boleh digabung karena waktunya sudah lewat dan Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukannya.
2. Kalau memang tertidur, maka walaupun jam 8 pagi tetap boleh shalat subuh saat itu.
  1. syahrul said:
    July 5th, 2011 at 7:17 pm
assalamualaikum ustd. saya mau brtanya, bagaimana hukum orang yg mengQhodo shalat dengan alasan sengaja meninggalkan shalat wajib karena pekerjaan? wassalamualaikum..
Waalaikumussalam.
Shalat yang sengaja ditinggalkan tidak wajib diqadha dan tidak akan tergantikan dengan qadha. Ini menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama.
  1. Pramudya said:
    July 6th, 2011 at 1:24 pm
syukron tad atas jawabannya,, owh iyya ana mw bertanya lagi. Mana yang lebih utama sholat berjamaah dimushalla atau mesjid sdngakan keduanya sama jauhnya, soalnya saya selama ini slalu dimushalla dikarenakan saya tdak mendapatkan banyak kebid’ahan di mushalla sdangkan dimesjid sring skali sholawatan setelah adzan berkumandang dan imamnya pun sangat tdak pantas disebut sebagai imam yang patut dicontoh tingkah lakunya ustad? Ana mohon penjelasannya…
Tidak ada masalah, pelaksanaan shalat jamaah boleh di masjid maupun mushalla.
  1. Anto said:
    July 20th, 2011 at 3:09 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya mau tanya mengenai jawaban ustadz no. 6 dan no. 12.
Di no.6 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah biasa, tapi di no. 12 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah rawatib
Waalaikumussalam.
Maksudnya yang rawatib adalah shalat sunnah qabliah antara azan dan iqamah, adapun shalat sunnah selain dari qabliah maka dia adalah shalat sunnah mutlak.
  1. Adde Setiawan said:
    July 26th, 2011 at 5:45 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya kurang memahami tentang sholat yg saya ingin tanyakan : apakah tidak diperbolehkan sholat sunnah setelah sholat subuh, apa hukumnya tolong dijelaskan “tks
Waalaikumussalam.
Ya, tidak ada shalat sunnah setelah shalat subuh sampai matahari meninggi.
  1. abdullah said:
    July 31st, 2011 at 10:18 pm
ustadz,
di bulan ramadhan ni, ba’da sholat isya ane pilih melakukan sholat sunnah ba’diyah isya di rumah, namun dilakukan tentu saja setelah sholat tarawih dan witir berjamaah di masjid Selesai.
Apakah masih teranggap, sholat sunnah ba’diyah Isya yg demikian ? krn terjadi jeda setelah sholat witir.
Wallahu a’lam. Sebaiknya dikerjakan dikerjakan setelah isyah sebelum tarawih. Karena tidak ada riwayat yang menyatakan Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengerjakan shalat ba’diyah isya setelah tarawih. Wallahu a’lam.
  1. rizal said:
    August 3rd, 2011 at 6:59 am
assalamualaikum..
ustadz saya mau tanya, saya biasanya solat subuh dirumah, tp tadi saya mengerjakan solat subuh berjamaah dimesjid.. sebelum solat fardhu subuh saya kerjakan solat sunat sebelum subuh, setelah solat fardhu subuh saya kerjakan lagi solat sunat setelah solat fardhu subuh.. namun saya lihat jemaah lain tidak melakukan solat sunat setelah solat fardu subuh.. akhirnya saya pulang dan segera membuka buku tentang waktu solat sunat rawatib dan buka internet mencari tentang waktu solat sunat rawatib jawaban yang saya dapat tidak ada waktu solat sunat rawatib setelah solat fardhu subuh dalam hal ini saya yang salah karena terlupa waktu solat tersebut, apa hukumnya yang saya terima dalam kesalahan itu… saya hanya bisa memohon ampun kepada Allah SWT atas kekhilafan tersebut..
kemudian apa saja bacaan yang dibaca saat mengerjakan solat sunat rawatib…?
Waalaikumussalam.
Tidak ada dosa dan tidak mengapa kalau memang belum tahu.
  1. antorusmanto said:
    August 4th, 2011 at 12:16 pm
asalamualaikum ww, ustad, saya mau tanya tentang sholat berjamaah, gimana kita sebagai makmum waktu imam membaca alfatikah apa kita mengikuti apa kita mendengarkan, sebab banyak yg berpendapat kita dengarkan dulu dan stelah selesai imam baca alfatikah baru makmum membacanya. pertanyaannya 1, banyak imam yg tdk memberi jeda waktu yg cukup untuk itu, 2. bukankah ketika selesai membaca fatikah lalu makmum baca amin berarti sdh mengikuti imam dan sah fatkahnya,,tolong dijelaskan.
Pertanyaan kedua ustad ketika kita jadi makmum pda saat sholat duhur dan ashar, surat yg kita baca panjang sementara kita tdk tau imam baca surat apa (pendek atw panjang) shingga ketika imam ruku’ bacaan surat kita blm selesai gimana caranya? mhn dijelaskan,
Yang ketiga ketika imam baca surat setelah fatihah yg kita tdk bisa suratnya, apakah kita mendengarkan saja atau kita baca surat lain yg kita hafal? mhn bantu ustad sy benar2 awam terima kasih wasalamu alaikum ww, anto rusmanto jakarta
Waalaikumussalam.
Makmum tidak boleh membaca surah apa-apa di belakang imam kecuali surat al-fatihah. Al-Fatihah bisa dibaca bersama imam asal tidak mendahuluinya dan bisa juga dibaca ketika imam membaca surat pendek setelah al-fatihah.
  1. syakila said:
    August 6th, 2011 at 12:26 am
aslmkm.
ustadz..sy msh kurang jelas ttg waktu shlt qabliyah..
di pertanyaan no 45 ustadz menjawab tidak ada shalat setelah iqamah kecuali shalat wajib.
lalu bgmn jika qt shalat subuh misalnya jam 5, dan shalat dhuhur misalnya jam 2? brarti qt tdk bs shlt qabliyah lg (krn iqomatnya sdh lewat)?
trimakasih tadz
maksudnya?
  1. ori said:
    August 6th, 2011 at 7:06 pm
asalamualaikum,ustad ,maaaf salah tempat untuk bertanya karena tempatnya udah penuh,saya ingin tanya saya ragu ,ketika saya sedang bab saya mengeluarkan cairan berwarna bening keruh keputih2an dan keluar benda seperty jelly(agar2) berwarna bening,apakah harus mandi wajib pak ustad?
Waalaikumussalam. Selama itu bukan mani/sperma yang keluarnya memancar dan terasa nikmat, maka tidak ada mandi junub.
  1. Abdul Mujib said:
    August 6th, 2011 at 10:48 pm
Asslmkm ww. ustad, kalo seandainya kita sedang melaksanakan sholat sunnah rowatib baik itu 2 atau 4 rokaat, lalu ada seseorang yg mengira kita mengerjakan sholat wajib dan ingin ikut menjadi makmum dengan menepuk pundak kanan kita. apa yg harus kita lakukan ya tad..? terima kasih. wassalamualaikum w w
Tidak perlu melakukan apa-apa, tetap saja shalat, biarkan dia mengikuti.
  1. Prastia said:
    August 6th, 2011 at 11:46 pm
Ass..
Saya mau tanya pak ustad..
Apakah kita boleh melakukan iqomah sendiri setelah shalat rawatib qobliyah padahal kita shalat sendiri d’rumah…
Ya boleh.
  1. HalimOxwazz said:
    August 11th, 2011 at 12:58 am
ustadz mau nanya emangnya shalat rawatib pada waktu ashar itu ada ya..???
Kalau sebelum ashar jelas ada sebagaimana dijelaskan di atas. Tapi jika setelah ashar, maka yang benarnya tidak ada shalat sunnah setelahnya, wallahu a’lam.
  1. Matsutono,S.Pd said:
    August 12th, 2011 at 7:25 am
Ass.wr.wb. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk anak cucu. Aamiin. Wass.wr.wb.
  1. roury said:
    August 13th, 2011 at 1:29 pm
Assalam.. Ustad, ketika kita ingin melaksanakan sholat sunnah syukril wudhu dan tahiyatul masjid, mana yang lebih baik didahulukan di awal saat masuk mesjid? terima kasih sebelumnya
Maksudnya shalat sunnah setelah wudhu kan?
Kalau dia shalat sunnah wudhu maka itu sudah otomatis menjadi tahiyatul masjidnya. Karena tahiyatul masjid adalah shalat sunnah sebelum duduk di masjid.
  1. M.Sadrie said:
    August 15th, 2011 at 2:29 am
Assalamialaikum…
Maaf pak ustadz,saya mau tanya masalh shalat sunnah rawatib!!
Yg biasa dilakukan drmh oleh Nabi qta MUHAMMAD SAW namun saya tdk dapat mlaksanakn sholat sunnah rawatib dirmh sperti yg dilakukan Nabi qta MUHAMMAD SAW,dikarenakan saya msh dalam keaadaan bekerja hingga jam 10 mlm keatas dan itu terjadi setiap harinya…
Yg ingin saya tanyakan,apakah tetap bsa dilaksanakan dimasjid dan tdk dirmh sperti yg dianjurkan Nabi qta..dan apa hukumx?? Mohon pencerahanx pak ustadz dan TOLONG jgn blg klo saya harus berhenti dan mencari pekerjaan lain..hehee..
Wassalam…
Waalaikumussalam.
Perbuatan Nabi di sini hukumnya sunnah, dalam artian dianjurkan untuk diikuti tapi tidak berdosa jika tidak diikuti. Jadi tidak ada masalah pak shalat sunnahnya dimana, di rumah ataupun di masjid.
  1. Hamba Allah said:
    August 17th, 2011 at 6:00 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb, saya Minta Izin COPAS materi diatas ya Ustadz, Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb
  1. titi said:
    August 18th, 2011 at 10:27 am
assalamualaikum wr wb,ustadz,bolehkah kita melaksanakan sholat hajat sebelum atau sesudah sholat fardlu? apakah sholat witir itu wajib dilaksanakan (selain pd bulan ramadhan)? jika kita melakukan sholat malam,tahajud & hajad,bgmn hukumya bila tdk sempat menyelesaikan witir?betulkah waktu akhir sholat witir itu sebelum imsyak,bukan subuh?yang terakhir,salah satu saat yg terbaik u/ berdoa adalah pd waktu sujud akhir,ini hanya berlaku untuk sholat sunah?bolehkah kita melakukannya pd saat sholat fardlu?terimakasih atas jawabannya
Waalaikumussalam.
1. Jika yang dimaksud shalat hajat di sini adalah shalat istikharah maka dia boleh dikerjakan kapan saja, siang atau malam. Tapi jika yang dimaksud di sini adalah shalat lail/tahajjud, maka dia tidak boleh dikerjakan sebelum seseorang shalat isya.
2. Shalat witir adalah sunnah mu`akkadah, di dalam dan di luar ramadhan. Dan akhir waktunya adalah azan subuh, bukan imsak.
3. Hadits dalam Shahih Muslim justru menyatakan doa ini berlaku mutlak untuk semua sujud, mulai dari sujud pertama sampai terakhir, di dalam shalat wajib maupun shalat sunnah.
  1. kardina jumadi said:
    August 18th, 2011 at 9:30 pm
assalamualaikum ustadz
saya mau bertanya, kalau sya dtg ke mesjid setelah adzan isya dan lgsng m’laksnakan sholat sunnah, itu mjdi sholat sunnah rawatib atau sholat tahiyatul masjid? atau t’gantung dr niat sblm sholat?
yg ke 2, pda sholat tarawih setiap dua rakaat slam,sebelum salam doa yg dibca doa tahiyat awal atau tahiyat akhir? apakah tahiyat akhir nnti dibca sebelum slam dirakaat ke delapan (u/ tarawih 8 rakaat)?
terims kasih u/ jwbannya ustadz..waalaikum salam
Waalaikumussalam.
1. Itu adalah shalat rawatib sekaligus tahiyatul masjidnya.
2. Doa tahiyat akhir, karena itu adalah duduk akhir, sebagai tandanya setelahnya adalah salam.
  1. icmi said:
    August 22nd, 2011 at 5:40 am
assalamualaikum ustadz
Saya mau bertanya..
Bagaimana jika saya ketiduran dan bangun pd jam2, dan ingin melaksanakan sholat dzuhur setelah itu..
Apakah boleh saya melaksanakan sholat sunnah rawatib terlebih dahulu?
Terimakasih untuk jawabannya ya ustadz..wassalam
Waalaikumussalam
Ya boleh.
  1. icmi said:
    August 23rd, 2011 at 3:40 am
kalo kunut pas sholat subuh itu wajib ato engga pak ustad?
Tidak disyariatkan karena Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengerjakannya.
  1. icmi said:
    August 24th, 2011 at 4:52 am
kalo sholat sunnah fajar itu sama ga dengan sholat sunnah rawatib pak ustad? Terimakasih atas jawabannya ya pak ustad..wassalam
Ya, shalat sunnah fajar itu sama dengan shalat sunnah rawatib sebelum subuh
  1. feri said:
    August 26th, 2011 at 5:48 am
Assalammualaikum ustadz
saya mau tanya,” apakah sholat qobliyah dan ba’diyah boleh di kerjakan dirumah semuanya soalnya saya kalau sholat fardlu mesti dirumah “.ustadz mohon penjelasanya
Waalaikumussalam.
Ya boleh, justru semua shalat sunnah disunnahkan dikerjakan di rumah.
  1. idam said:
    August 29th, 2011 at 6:37 am
assalamualaikum ustadz
saya mau bertanya mengenai no 45 ni ustadz, yaitu tidak adanya sholat setelah iqamah melainkan sholat wajib. apabila saya masih melaksanakan sholat sunnah dan tiba2 iqamah, maka saya wajib menghentikan sholat sunnahnya dengan salam?walaupun saya sedang dalam posisi berdiri atau ruku?adakah dalil atau hadits yang menjelaskan ustadz?
satu lagi ni ustadz, mau tanya tentang sholat isyraq,boleh diberi penjelasannya?
terimakasih atas jawabannya
wassalamualaikum
Waalaikumussalam.
1. Shalat sunnahnya harus diputus dan tidak perlu pakai salam karena tidak ada keterangan tentang itu.
2. Apa yang dimaksud dengan shalat isyraq di sini? Shalat dhuha atau shalat lain?
  1. idam said:
    August 30th, 2011 at 11:01 am
assalamualaikum ustadz..
alhamdulillah jawabannya cepat.hehe
saya pernah dengar. apabila seseorang (setelah sholat subuh) tetap duduk di masjid (berdzikir) sampai waktu syuruq dan melaksanakan sholat, maka pahalanya sama seperti umrah/haji.sholat 2 rakaat itulah sholat isryaq.mungkin saya salah.mohon dikoreksi..
jazakallahu khairan
wassalamualaikum
Waalaikumussalam. Ya haditsnya shahih, seingat kami sudah pernah kami bawakan haditsnya, coba disearch aja.
  1. fiera said:
    September 1st, 2011 at 4:51 am
assalamu’alaykum Wr.Wb ustadz
yang dilarang solat sunah di antara subuh dan duhur itu hanya solat rawatib kan? seperti dhuha dan beberapa solat sunah lainnya tetap diperbolehkan kan ustadz? maaf pertanyaan bodoh mungkin, saya awam. terima kasih.
wassalaamu’alaykum Wr.wb
Waalaikumussalam.
Ya itu betul, shalat yang lain diperbolehkan.
  1. amintarada said:
    September 12th, 2011 at 11:39 am
assalamualikum
pak ane mo nanya………….
1. apa hukumnya kl shalat berjamaah pada rakaat 1&2 kita tdk membaca alfatihah,,hanya mendengarkan dan menyimak bacaan imiam..
2. doa sebelum salam apakah unt semua shalat/shalat sunnat,,atau khusus shalat fardhu 5 wkt aja
3. apa hukumnya kl kita menegerjakan shalat rawatib sebelum ashar 2 rakaat,,karena selama ini saya mengerjakan spt itu,,dan saya lihat org2 mengerjakannya 2 rakaat,,karena wakt anatara azan da iqomat mepet
trimakasih
mhn maaf karena saya baru mendalami islam
wassalam
Waalaikumussalam.
1. Dia harus menambah rakaat yang dia tidak baca al-fatihah itu, dan dia tambah setelah imam salam.
2. Ya, berlaku untuk semua shalat.
3. Ya, boleh.
  1. Randy said:
    September 21st, 2011 at 10:05 am
Assalamu ‘Alaykum
saya ada beberapa pertanyaan:
1. melihat komentar yang terakhir, disana dinyatakan keharusan membaca al-fatihah didlm sholat yang dikeraskan, tetapi saya menemukan bahwa pendapat yang lebih rajih adalah menyimak imam (tanpa harus membaca).
2. mengenai hadist yang juga mungkin sudah dibahas,saya temui sholat sunnah isyraq, nah itu kira-kira waktu jam brapa?
3. untuk sholat fajar berarti harus dikerjakan di masjid, karena kalau dirumah kan tidak bisa dilakukan sebelum adzan?
4. saya sudah baca dan melihat dari banyak keterangan mengenai fajar shodiq, mungkin ustadz bisa menjelaskan biar lebih jelas.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalamu ‘Alaykum
Waalaikumussalam.
1. Silakan berpendapat dengan apa yang hati anda tenang dengannya.
2. Yang jelas ketika lingkaran matahari sudah terbit seluruhnya dan sudah keluar dari waktu larangan shalat. Wallahu a’lam mungkin sekitar jam 6.30.
3. Shalat fajar atau shalat subuh dikerjakan di masjid. Kalau shalat sunnah fajar boleh dikerjakan di rumah atau masjid, selama dia dikerjakan setelah adzan subuh.
4. Ciri-ciri fajar shadiq:
a. muncul di ufuk timur dan bersambung dengan ufuk.
b. bentuknya memanjang dari utara ke selatan.
c. setelah dia muncul maka sedikit demi sedikit akan bertambah terang.
  1. ade said:
    September 21st, 2011 at 10:23 pm
assalamualikum..
saya ingin menanyakan 2 hal ustadz..
1. ada seorang yang sangat rajin dan kontinyu melaksakan sholat sunat qabliyah maghrib, suatu ketika ia tidak bisa melaksanakan sholat qabliyah maghrib, karena tertinggal. apakah boleh ia mengqadhanya setelah sholat maghrib pada waktu itu, mohon d beri penjelsan dalil hukumnya.
2. saya pernah mendengar Nabi SAW mengqadha shalat sunat karena pada waktu itu ada tamu yang berkunjung kepda nabi. mohon d beri penjelasn juga ttg dalilnya, dan referensi kitabnya, yg memperbolehkan hal ini.
maksh ustadz.
Waalaikumussalam.
1. Tidak boleh karena tidak ada dalil yang menyebutkan tentang itu. Namun kalau itu sudah menjadi kebiasaannya maka insya Allah pahalanya tetap ditulis untuknya walaupun dia tidak mengerjakannya karena ada uzur.
2. Ya betul, hanya saja para ulama menjelaskan bahwa itu merupakan kekhususan untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam. Itupun haditsnya hanya berbicara mengenai shalat sunnah qabliah zuhur, sehingga terbatas padanya. Wallahu a’lam.
  1. Rico Yuliansyah said:
    September 26th, 2011 at 11:06 am
Assalammualaikum ya Ustad,
Saya cuma mau penjelasan dari jawaban ustad yang di tanyakan oleh Saudara Antorusmanto di No.57,,
Mohon penjelasanya kembali…apa dahlil dan fatwah yang ada mengenai hal tersebut…Di jawaban ustad,tidak ada hadist yang menjelaskan mengenai hal tersebut.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalam mualaikum warahmatullah hiwabarakatu..
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan baca penjelasannya dalam artikel ‘Makmum Wajib Baca Al-Fatihah’.
  1. Rico Yuliansyah said:
    September 26th, 2011 at 11:27 am
Assalammualaikum pak ustad,
Saya mau menanyakan mengenai jawaban pak ustad mengenai pertanyaan dari saudara Amintarada(No.76) mengeanai hukum shalat berjemaah yang pada shalat rakaat 1&2 tidak membaca alfatihah,
Disitu pak ustad menjawab dia haus menambah jumlah rakaatnya setelah imam mengucapkan salam.
Disisi lain,saya pernah dengar,apabila ada makmum yang terlambat pada waktu melaksanakan shalat berjemaah,kemudian makmum tersebut menemukan imam pada saat posisi ruku’,dan langsung mengikutinya, MAKMUM tersebut di anggap telah mengikuti imam (1 rakaat).
Jadi secara otomatis MAKMUM tidak harus menambah jumlah rekaatnya donk apabila makmum menemui imam masih dalam rakaat yang pertama?
Mohon penjelasanya dari ustad mengenai pertanyaan ini…Maklum saya masih tergolong orang yang sangat AWAM mengenai ISLAM.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalammualikum warahmatullah hiwabarakatu.
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sebenarnya memang masalah ini masih diperselisihkan: Apakah mendapati imam ruku’ itu masih dapat 1 rakaat atau tidak?
Hanya saja kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak mendapati 1 rakaat kecuali jika dia membaca Al-Fatihah. Silakan baca penjelasannya dalam artikel ‘Makmum Wajib Baca Al-Fatihah’.
  1. dinda said:
    October 6th, 2011 at 5:36 am
asalamu’alaikum wr.wb
saya mau tanya. apasih dalil shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah zuhur? lalu apa hukum nya?
timakasih
wassalamu’alaikum wr.wb
Waalaikumussalam.
Silakan baca kembali artikelnya.
  1. abu umair bangka said:
    October 8th, 2011 at 9:32 pm
bismillah.assalamualaykum..ustadz..apakah hukum mengangkat tangan ketika berdoa stlh selesai sholat fardhu n rawatib? jazakallahu khoiron ats jwbnny
Waalaikumussalam.
Jika memang dia memandang disyariatkkannya berdoa seteleh shalat, maka setiap doa itu disyariatkan mengangkat tangan; Karenanya dia disunnahkan mengangkat tangan ketika itu.
  1. ahmad said:
    October 9th, 2011 at 10:50 pm
assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,
saya sering mengqodho’ salat qabliyah dzuhur saya karena sempitnya waktu. jadi biasanya setelah shalat dzuhur saya akan mengerjakan 6 shalat sunnah, yakni dengan niatan 2 rakaat badiyah dzuhur dulu lalu dilanjutkan dengan 4 rakaat qabliyah dzuhur sebagai pengganti. Bahkan apabila waktu sangat sempit, saya terkadang tidak melaksanakan 6 rakaat ini segera setelah shalat dzuhur tetapi mungkin 2-3 jam setelahnya, setelah mendapat kelapangan waktu. Pun demikian, terkadang dengan shalat2 rawatib lainnya, saya qodho di lain waktu jika memang betul2 mengerjakannya di waktunya sangat tidak memungkinkan. Perlu diketahui bahwa saya Alhamdulillah rutin menjaga amalan Rawatib ini sesuai dnegan waktunya. Peng-qodho’an betul2 saya laksanakan jika terdapat kesempiutan waktu. Saya meng-qodho’ dengan mengambil contoh bolehnya meng-qodho’ shalat sunnah qabliyah shubuh setelah shalat shubuh/di lain waktu. Benarkah apa yang saya lakukan ustadz ? Jazakumullah khair
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Wallahu a’lam, memang dalam hal ini masih ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hanya saja saya lebih condong kepada tidak melakukan hal itu, karena dalil shahih hanya menyebutkan shalat qabliyah subuh saja jadi tidak bisa dikiaskan kepadanya semua shalat sunnah, mengingat dalam ibadah itu tidak ada kias.
Dan butuh diketahui bahwa jika seseorang sudah mempunyai kebiasaan mengerjakan ibadah tertentu, lantas suatu saat dia tidak mengerjakannya karena ada udzur, maka Allah Ta’ala tetap mencatat pahala shalat sunnah itu untuknya.
  1. akhmad said:
    October 11th, 2011 at 3:20 pm
assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,
terima kasih atas jawabannnya. bolehkah saya berpendapat dengan ulama yg membolehkan sehingga saya tetap mengqodho’ shalat sunnah rawatib di lain waktu ? apakah pendapat ulama tersebut cukup kuat menurut ustadz ?
apakah berkuliah, merupakan udzur yang dibenarkan dalam syariat ? jika ustadz tidak berkeberatan sedikit menyebutkan, apa saja contoh udzur yang dibenarkan oleh syariat. Jazakumullah khair
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Wallahu a’lam, pendapat itu kurang kuat menurut saya. Kuliah bukanlah udzur. Di antara udzur yang membolehkan mengerjakan qabliyah subuh setelah shalat subuh adalah ketiduran.
  1. Anton Subarkat said:
    October 13th, 2011 at 10:08 am
Bismillah,
Assalamu ‘alaikum pak Ustad,
Setelah selesai adzan Ashar, saya masuk masjid kemudian shalat 4 rakaat qabliyah tetapi saya niati juga tahyatul masjid, apakah itu bisa sedangkan di hadits nya mengatakan shalatlah kamu 2 rakaat sebelum duduk, bukan 4 rakaat?
jazakallah khairan katsiira..
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah…
Waalaikumussalam warahmatullah.
Ya, hal itu bisa. Demikian diterangkan oleh Imam An-Nawawi dan selainnya bahwa shalat sunnah rawatib itu sudah merupakan tahiyatul masjid. Wallahu a’lam.
  1. abu irbadl said:
    October 13th, 2011 at 6:09 pm
afwan ustadz, pd pertanyaan yg ke 82, ust menjawab setiap doa disyariatkan mengangkat tangan,saya pernah baca bahwa mengangkat tgn ketika berdoa stlh sholat fardhu tdk ada tuntunannya, dan kita dianjurkan untk bnyk berdoa ketika sujud terakhir dlm sholat, apakah kita disyariatkan mengangkat tangan, barokallahu fiik
Saya menjawab demikian karena yang bertanya ini meyakini disunnahkannya berdoa setelah shalat wajib.
  1. joeny said:
    October 14th, 2011 at 9:15 pm
Assalammualaikum pak ustad,
saya disini juga ingin bertanya tentang hukum makmum sperti yg dibilang saudara Rico Yuliansyah.
jika seorang makmum terlambat dalam sholat, dan masih mendapati imam dlm keadaan ruku` dan dia mengikutinya, maka dia mendapatkan raka`at tersebut. berarti disini jelas si makmum yg telat blum membaca apa2 (apalgi Al Fatihah ).
bagaimana tu ustad?
kalo dia disuruh ngulangin rakaat yg dia gk sempat baca Al fatihah,, percuma dong dia ngikutin imam buat jemaah,, mending sholat sendiri-sendiri…
anda mengatakan : Hanya saja kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak mendapati 1 rakaat kecuali jika dia membaca Al-Fatihah.
maaf, apakah selama anda sholat berjamaah anda tidak pernah terlambat mengikuti imam?
kalo pernah, apa yg anda lakukan saat mendapati imam sedang ruku`? apakah anda akan membaca Al Fatihah? sudah pasti jika itu anda lakukan, bacaan Al fatihah pasti cepat2 bukan?
sementara kita di tuntut untuk Tumakninah dalam sholat bukan?
mohon penjelasan nya pak ustad..
maaf kalo merepotkan..
terimakasih…
Waalaikumussalam warahmatullah
Yang benarnya dia tidak mendapatkan satu rakaat jika dia hanya mendapati ruku’.
Tidak percuma, dia tetap mendapatkan pahala dengannya.
Pernah. Ketika imam sudah ruku’ maka saya juga langsung ruku’ tanpa membaca al-fatihah. Namun ketika imam salam maka saya berdiri untuk menambah rakaat yang saya tidak baca alfatihah tadi. Jadi hal ini tidak mengganggu tumakninah.
  1. supri said:
    November 16th, 2011 at 9:24 pm
Apa niatnya sholat sunnah sebelum sholat jum’at
Tidak ada shalat sunnah sebelum shalat jum’at. Yang ada adalah shalat sunnah mutlak sebelum adzan jum’at, yaitu shalat 2 rakaat sebanyak-banyaknya sampai adzan. Setelah khatib datang atau adzan, maka tidak ada lagi shalat sunnah.
  1. ahmad salim said:
    November 21st, 2011 at 10:33 am
assalamualaikum,
ustadz, apa ada sholat sunnah setelah menjama’ sholat, ex: jama’ taqdim sholat maghrib dan Isya’ pada saat hujan lebat.. setelah itu apa boleh mengerjakan sholat sunnah rowatib, dan kalo boleh ba’diyah maghrib atau Isya’??
mohon penjelasan ustadz…
syukron
Waalaikumussalam.
Tidak ada shalat sunnah rawatib di antara dua shalat yang dijama’, adapun sebelum dan setelahnya, maka boleh shalat sunnah rawatib. Dalam kasus di atas, tidak ada shalat sunnah ba’diah maghrib. Yang boleh itu shalat sunnah qabliah maghrib dan ba’diah isya.
  1. tata said:
    November 24th, 2011 at 10:38 am
assalammualaikum uztad,,,
saya seorang karyawan yang saat dikantor bila ada azan langsung sholat berjamaah padahal saya ingin sholat rawatib ashar terlebih dahulu,,, bagaimana solusi yang baiknya ya..?
Waalaikumussalam.
Cari tempat shalat lain. Karena yang jelas tidak ada shalat sunnah ketika iqomah sudah dikumandangkan.
Hanya saja insya Allah antum akan mendapatkan pahala sesuai dengan niat antum.

1 komentar: